Kathmandu Menyirat Asa

DSC_0340 copy
Warga bersantai di depan Gedung Gaddi Baithak, Durbar Square, yang sedang direnovasi.

“Rickshaw, Sir? This is cheaper,” bujuk pria paruh baya kepada saya menawarkan jasa angkutan sejenis becak di salah satu persimpangan Thamel Street, Kathmandu, Nepal, Mei lalu. Pria lainnya pun menawarkan taksi yang tidak tampak seperti taksi lazimnya untuk mengantar saya berkeliling kota.

Tidak jauh dari persimpangan, pedagang kaus asyik dalam lamunan sembari menjaga barang dagangan di etalase seadanya di teras bangunan yang hampir roboh dan penuh debu. Pun pedagang lainnya, para penjaja makanan, suvenir, perlengkapan outdoor, dan pakaian hangat untuk pelancong.

Dentuman lagu berlirik Om Mane Padme Hum turut mewarnai jalan-jalan kecil yang berdebu. Klakson kendaraan menambah keriuhan jalanan.

Kathmandu, ibu kota Nepal, juga dikenal sebagai gerbang menggapai puncak-puncak atap dunia di Himalaya bagi pendaki seluruh dunia, kini tengah berbenah untuk kembali bergairah.

Sabtu, 25 April tahun lalu, pukul 11.56 waktu setempat, gempa 7,8 pada skala Richter memorak-porandakan Nepal kala warganya tengah bersantai menikmati hari libur kerja. Kathmandu sebagai pusat pemerintahan dan kota terpadat dengan sebagian besar bangunannya terbuat dari tumpukan batu bata turut berguncang. Total korban tewas lebih dari 9.000 jiwa.

Setahun pascagempa, perlahan Kathmandu mencoba bangkit. Candi-candi dan bangunan bersejarah kembali dipugar pemerintah. Durbar Square, salah satu kompleks situs bersejarah yang turut hancur, pun masuk radar renovasi. Turis mancanegara, sebagai sumber utama pundi-pundi negara, diharapkan kembali hadir.

“Semenjak gempa tahun lalu, tamu yang menginap menurun drastis,” ujar Atma, resepsionis hotel tempat saya menginap. Ia pun berharap dengan adanya renovasi dan pembukaan kembali pendakian di Himalaya dapat menghidupkan lagi roda ekonomi.

Pintu masuk para petualang menjejak kaki di Nepal siap kembali menghadirkan cinta dan kedamaian. Seperti singkatan terkenal dari kata Nepal, never ending peace and love.

 

DSC_0163 copy
Kesibukan di Thamel Street.
DSC_0316 copy
Pengendara rickshaw menanti penumpang di depan candi yang sudah runtuh.
DSC_0080 copy
Pengendara taksi menanti penumpang di Thamel Street.
DSC_0387 copy
Taksi melintas di salah satu sudut jalan Kathmandu.
DSC_0142 copy
Tenzing, tetap menjaga warung kelontongnya yang sepi pembeli.
DSC_0134 copy
Amar, menjaga toko pakaian hangat sambil membaca koran.
DSC_0268 copy
Rajeesha, penjaja kudapan khas Nepal di Thamel.
DSC_0235 copy
Khim, menanti kehadiran turis yang membeli kaus untuk oleh-oleh.
DSC_0418 copy
Manuj, menghias kerajinan tangan yang dijual sambil menunggu pembeli.
DSC_0368 copy
Pedagang menggunakan kabel yang semrawut sebagai etalase barang dagangan.
DSC_0088 copy
Seiring dibukanya kembali pendakian di Himalaya, pedagang perlengkapan outdoor berharap pendapatannya kembali membaik.
DSC_0173 copy
Polisi yang berjaga di salah satu sudut jalan Kathmandu.
DSC_0203 copy
Turis asing yang diharapkan kembali kehadirannya untuk menggerakkan perekonomian Nepal.
DSC_0407 copy
Aktivitas tukang cukur keliling di Thamel Street.
DSC_0301 copy
Batu reruntuhan gempa masih berserakan di depan Gedung Jaganath, Durbar Square.
DSC_0313 copy
Pengunjung kawasan Durbar Square bersantai di bawah bahaya gedung yang rapuh.
DSC_0349 copy
Perlu pembatas yang memberi jarak antara gedung yang sedang direnovasi dengan para pengunjung Durbar Square agar tetap aman.
DSC_0335 copy
Gedung yang sudah rapuh akibat gempa ditopang oleh kayu-kayu agar tidak rubuh.
DSC_0330 copy
Butuh kayu untuk menopang struktur gedung yang sudah rapuh akibat gempa.
Esai Foto 17 juli 2016-2
Tulisan dan sebagian foto juga dimuat di Media Indonesia edisi Minggu, 17 Juli 2016 rubrik Foto.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s