Potong Jari Tangan Penanda Kesedihan

DSC_0496 copy
Potret orang suku pegunungan di Papua.

BERKULIT legam, sorot mata tajam, bibir tebal, berperawakan kekar dan gempal, serta leher kuat yang mampu menahan beban noken di kepala hingga puluhan kilogram. Sosok tersebut biasanya identik dengan mereka yang tinggal di daerah pegunungan Papua. Saat berada di kota di Pulau Papua pun, sosok berciri seperti itu acap dianggap ‘orang gunung’.

Namun, di balik sosok yang terlihat keras itu, ada hati yang lembut. Hampir setiap saya berpapasan dengan warga lokal selama di Sugapa, mereka selalu tersenyum ramah dan menyapa saya terlebih dahulu. Mereka pun memiliki rasa kesetiaan yang tinggi.

Benny, salah satu warga Sugapa yang saya temui, memiliki jumlah jari tangan tidak lazim, hanya sembilan. Demikian juga Mama Kai, warga lokal yang saya temui tengah asyik membuat noken, hanya memiliki tujuh jari.

Bukan, mereka bukan cacat sejak lahir. Jumlah jemari tangan mereka yang tidak genap 10 ialah pertanda kesedihan.

Para ‘orang gunung’ itu, terutama yang berasal dari suku Dani dan suku Moni, memiliki tradisi untuk memupus duka. “Jika ada orang yang disayang meninggal, untuk menghilangkan kesedihan, dia akan potong jari tangannya,” ujar Maximus menjawab rasa penasaran saya.

DSC_0941 copy
Benny (kanan) salah satu warga yang memiliki jari tidak lengkap karena menjalankan tradisi iki palek. Hehe..saya pun sempat ketakutan saat memotret momen ini, karena bapak yang di sebelahnya membawa busur dan panah yang tajam. Tetapi, setelah mengobrol ternyata mereka baik-baik dan lucu, panah tersebut ibarat pakaian adat saja.

Ritual memotong jari tersebut dalam bahasa lokal disebut iki palek. Yang membuat saya ngeri, alat yang digunakan untuk memotong jari bukanlah pisau tajam, melainkan alat tradisional kapak batu, yaitu batu alam berbentuk lonjong dengan sisi tajam. Namun, tetap saja ketajamannya berbeda dengan pisau.

Hmm… mungkin bagi mereka menahan rasa sakit akibat jari yang dipotong merupakan cara ampuh menghilangkan kesedihan karena hilangnya orang kesayangan.

Baca juga:

Keindahan yang Mencekam di Langit Papua

Batu Emas dan Kepala Suku Beristri 22

Carstensz Pyramid nan Sulit

Salju Papua di Ujung Usia

Keindahannya Seelok Himalaya

Bahasa Ujian dan Kebesaran Carstensz

Sugapa, Gerbang Sesungguhnya Menuju Carstensz

 

Tulisan ini juga dimuat di rubrik Travelista Media Indonesia edisi Rabu, 23 September 2015.

Potong Jari


5 thoughts on “Potong Jari Tangan Penanda Kesedihan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s