Batu Emas dan Kepala Suku Beristri 22

DSC_0425 copy
Panorama sungai Wabu.

MATAHARI masih tinggi, tepat di atas kepala. Di tengah hari yang terik itu, samar-samar terdengar Maximus Tipagau, tuan rumah yang juga pemilik Adventure Carstensz, bernyanyi dan bersenda gurau dengan anak-anak warga Sugapa. Dia memanggil ketika melihat kepala saya melongok dari balik teras rumahnya. “Ayooo adik, kita bermain ke sungai!”

Saya pun mengiyakan ajakannya, bermain ke Sungai Wabu. Sungai yang membelah wilayah Sugapa itu memang terletak tidak jauh dari rumah Maximus. Namun, bermain di sungai yang ia maksud bukan sekadar berkecipak santai.

Aliran Sungai Wabu meliuk-liuk di antara perbukitan. Saya mesti trekking dan menuruni bukit untuk menggapai dasar sungai. Dari atas bukit, tampak tumpukan bebatuan berjejer rapi di tepi sungai. Ternyata warga mengumpulkan bebatuan di kali untuk dijual sebagai bahan bangunan seharga Rp300.000 per tumpuk. Bahan bangunan itu dipakai pemerintah daerah setempat untuk membangun gedung dan jalan.

DSC_0456 copy
Tumpukan bebatuan yang dikumpulkan warga di sungai Wabu untuk dijual seharga Rp300.000 per tumpuk.

Dinginnya air khas pegunungan menyegarkan kaki yang tanpa alas menapaki dasar sungai. Sungai yang saya lintasi tidak terlalu dalam, sekitar 30 cm. Aneka bebatuan menghiasi dasar sungai dengan aliran yang bening. Afif, salah seorang rekan jurnalis, menemukan sebuah batu yang tidak seperti batu-batuan umumnya. Batu yang ditemukannya terlihat bersinar ketika terkena sinar matahari, seperti logam emas.

Maximus menjelaskan, bebatuan di Sungai Wabu ini banyak yang mengandung logam emas dan tembaga. “Banyak bebatuan yang dari luar sekilas terlihat biasa saja, tapi jika dibelah, di bagian dalamnya akan terlihat mengilap seperti emas,” ujar Maximus.

Sungai Wabu

Benar saja, ketika saya mengambil sebuah batu dan membelahnya dengan dilempar ke batu yang lebih besar,pecahan batu saya temukan pun tampak bergurat unsur logam. Kekayaan bumi Papua ini, selain pemandangan dan budayanya yang eksotis, kandungan alamnya pun luar biasa.

DSC_0536 copy
Batu-batuan dari Sungai Wabu yang mengandung emas dan tembaga.

Ibarat oase di padang pasir, Sungai Wabu ini menjadi salah satu sumber air bagi kehidupan penduduk Sugapa. Apalagi, saat musim kemarau berkepanjangan seperti ini, banyak warga beraktivitas di pinggiran sungai. Tidak hanya mengumpulkan batu, banyak warga yang setelah berkebun atau berburu di hutan kembali ke sungai untuk membersihkan diri.

DSC_0596 copy
Anak-anak bermain di tepi sungai Wabu.

Saya pun berjumpa dengan salah seorang kepala suku, Octavianus Sondegau. Ia tengah bersantai dengan anak dan cucunya di pinggiran sungai. Sebagai kepala suku, Octavianus mempunyai harta berlimpah berupa banyaknya babi dan luasnya tanah.

Sang kepala suku juga mengklaim memiliki jumlah istri yang membuat saya melongo. “22 istri,” kata Maximus membantunya menerjemahkan karena Octavianus tidak lancar berbahasa Indonesia.

DSC_0537 copy
Maximus Tipagau (kiri) berbincang dengan Octavianus Sondegau, kepala suku yang memiliki istri hingga 22.
DSC_0529 copy
Octavianus Sondegau (kedua dari kanan) bersama anak dan cucunya menyaksikan rekan jurnalis yang merekam gambar dengan pesawat nirawak.

Menurutnya, budaya lokal mengibaratkan jika menikahi seorang perempuan, berarti turut serta menyejahterakan kehidupan perempuan tersebut. “Anak cucu Pak Octavianus ini sudah ratusan, banyak yang sudah sukses. Ada yang jadi pengusaha di kota, ada juga yang menjadi anggota DPRD,” ujar Maximus.

Uniknya, di tengah gelimang harta dan kesuksesan anak-anaknya, Octavianus tetap hidup sederhana di Sugapa, pun hanya dengan pakaian adat sederhana: koteka, penutup kelamin khas pria Papua.

Baca juga:

Keindahan yang Mencekam di Langit Papua

Batu Emas dan Kepala Suku Beristri 22

Carstensz Pyramid nan Sulit

Salju Papua di Ujung Usia

Keindahannya Seelok Himalaya

Bahasa Ujian dan Kebesaran Carstensz

Sugapa, Gerbang Sesungguhnya Menuju Carstensz

 

Tulisan ini juga dimuat di rubrik Travelista Media Indonesia edisi Rabu, 23 September 2015.

Batu Emas dan Kepala Suku
Enter a caption

4 thoughts on “Batu Emas dan Kepala Suku Beristri 22

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s